JADWAL PERTANDINGAN PIALA DUNIA 2014

GRUP A GRUP B
13/06/2014 03:00 WIB SAO PAULO 14/06/2014 02:00 WIB SALVADOR
BRAZIL 3 VS 1 KROASIA SPANYOL 1 VS 5 BELANDA
13/06/2014 23:00 WIB NATAL 14/06/2014 05:00 WIB CULABA
MEKSIKO 1 VS 0 KAMERUN CHILI 3 VS 1 AUSTRALIA
18/06/2014 02:00 WIB FERTALEZA 19/06/2014 02:00 WIB RIO DE JANEIRO
BRAZIL 0 VS 0 MEKSIKO SPANYOL 0 VS 3 CHILI
19/06/2014 05:00 WIB MANAUS 18/06/2014 23:00 WIB PORTO ALEGRE
KAMERUN 0 VS 4 KROASIA AUSTRALIA 2 VS 3 BELANDA
24/06/2014 03:00 WIB BRASILIA 23/06/2014 23:00 WIB CURITIBA
KAMERUN 1 VS 4 BRAZIL AUSTRALIA 0 VS 3 SPANYOL
24/06/2014 03:00 WIB RECIFE 23/06/2014 23:00WIB SAO PAULO
KROASIA 1 VS 3 MEKSIKO BELANDA 2 VS 0 CHILI
GRUP C GRUP D
14/06/2014 23:00 WIB BELO HORIZONTE 15/06/2014 02:00 WIB FORTALEZA
KOLUMBIA 3 VS 0 YUNANI URUGUAY 1 VS 3 KOSTARIKA
15/06/2014 08:00 WIB RECIFE 15/06/2014 05:00 WIB MANAUS
P. GADING 2 VS 1 JEPANG INGGRIS 1 VS 2 ITALIA
19/06/2014 23:00 WIB BRASILIA 20/06/2014 02:00 WIB SAO PAULO
KOLUMBIA 2 VS 1 P. GADING URUGUAY 2 VS 1 INGGRIS
20/06/2014 05:00 WIB NATAL 20/06/2014 23:00 WIB RECIFE
JEPANG 0 VS 0 YUNANI ITALIA 0 VS 1 KOSTARIKA
25/06/2014 03:00 WIB CULABA 24/06/3014 23:00 WIB NATAL
JEPANG 1 VS 4 KOLUMBIA ITALIA 0 VS 1 URUGUAY
25/06/2014 03:00 WIB FORTALEZA 24/06/2014 23:00 WIB BELO HORIZONTE
YUNANI 2 VS 1 P. GADING KOSTARIKA 0 VS 0 INGGRIS
GRUP E GRUP F
15/06/2014 23:00 WIB BRASILIA 16/06/2014 05:00 WIB RIO DE JANEIRO
SWISS 2 VS 1 EKUADOR ARGENTINA 2 VS 1 BOSNIA HZ
16/06/2014 02:00 WIB PORTO ALEGRE 17/06/2014 02:00 WIB CURITIBA
PRANCIS 1 VS 0 HONDURAS IRAN 0 VS 0 NIGERIA
21/06/2014 02:00 WIB SALVADOR 21/06/2014 23:00 WIB BELO HORIZONTE
SWISS 2 VS 5 PRANCIS ARGENTINA 1 VS 0 IRAN
21/06/2014 05:00 WIB CURITIBA 22/06/2014 05:00 WIB CULABA
HONDURAS 1 VS 2 EKUADOR NIGERIA 1 VS 0 BOSNIA HZ
26/06/2014 03:00 WIB MANAUS 25/06/2014 23:00 WIB PORTO ALEGRE
HONDURAS 0 VS 3 SWISS NIGERIA 2 VS 3 ARGENTINA
26/06/2014 03:00 WIB RIO DE JANEIRO 25/06/2014 23:00 WIB SALVADOR
EKUADOR 0 VS 0 PRANCIS BOSNIA HZ 3 VS 1 IRAN
GRUP G GRUP H
16/06/2014 23:00 WIB SALVADOR 17/06/2014 23:00 WIB BELO HORIZONTE
JERMAN 4 VS 0 PORTUGAL BELGIA 2 VS 1 ALJAZAIR
17/06/2014 05:00 WIB NATAL 18/06/2014 05:00 WIB CULABA
GHANA 1 VS 2 USA RUSIA 1 VS 1 KOREA
22/06/2014 02:00 WIB FORTALEZA 22/06/2014 23:00 WIB RIO DE JANEIRO
JERMAN 2 VS 2 GHANA BELGIA 1 VS 0 RUSIA
23/06/2014 05:00 WIB MANAUS 23/06/2014 02:00 WIB PORTO ALEGRE
USA 2 VS 2 PORTUGAL KOREA 2 VS 4 ALJAZAIR
26/06/2014 23:00 WIB RECIFE 27/06/2014 03:00 WIB SAO PAOLO
USA 0 VS 1 JERMAN KOREA 0 VS 1 BELGIA
26/06/2014 23:00 WIB BRASILIA 27/06/2014 03:00 WIB CURITIBA
PORTUGAL 2 VS 1 GHANA ALJAZAIR 1 VS 1 RUSIA
KLASEMEN GRUP
TEAM W D L GOALS PTS GRUP
BRAZIL 2 1 0 7 : 2 7 A
MEKSICO 2 1 0 4 : 1 7
KROASIA 1 0 2 6 : 6 3
KAMERUN 0 0 3 1 : 9 0
BELANDA 3 0 0 10 : 3 9 B
CHILI 2 0 1 5 : 3 6
SPANYOL 1 0 2 4 : 7 3
AUSTRALIA 0 0 3 3 : 9 0
KOLOMBIA 3 0 0 9 : 2 9 C
YUNANI 1 1 1 2 : 4 4
PANTAI GADING 1 0 2 4 : 5 3
JEPANG 0 1 2 2 : 6 1
KOSTARIKA 2 1 0 4 : 1 7 D
URUGUAY 2 0 1 4 : 4 6
ITALIA 1 0 2 2 : 3 3
INGGRIS 0 1 2 2 : 4 1
PRANCIS 2 1 0 8 : 2 7 E
SWISS 2 0 1 7 : 6 6
EKUADOR 1 1 1 3 : 3 4
HONDURAS 0 0 3 1 : 8 0
ARGENTINA 3 0 0 6 : 3 9 F
NIGERIA 1 1 1 3 : 3 4
BOSNIA HZ 1 0 2 4 : 4 3
IRAN 0 1 2 1 : 4 1
JERMAN 2 1 0 7 : 2 7 G
USA 1 1 1 4 : 4 4
PORTUGAL 1 1 1 4 : 7 4
GHANA 0 1 2 4 : 6 1
BELGIA 3 0 0 4 : 1 9 H
ALJAZAIR 1 1 1 6 : 5 4
RUSIA 0 2 1 2 : 3 2
KOREA 0 1 2 3 : 6 1
PUTARAN 16 (ENAM BELAS) BESAR
28/06/2014 23:00 WIB BELO HORIZONTE 30/06/2014 23:00 WIB BRASILIA
BRAZIL 3 VS 2 CHILI PRANCIS 2 VS 0 NIGERIA
29/06/2014 03:00 WIB RIO DE JANEIRO 01/07/2014 03:00 WIB PORTO ALEGRE
KOLOMBIA 2 VS 0 URUGUAY JERMAN  2 VS  1 ALJAZAIR
29/06/2014 23:00 WIB FORTALEZA 01/07/2014 23:00 WIB SAO PAULO
BELANDA 2 VS 1 MEKSIKO ARGENTINA  1 VS  0 SWISS
30/06/2014 03:00 WIB RECIFE 02/07/2014 03:00 WIB SALVADOR
KOSTARIKA 6 VS 4 YUNANI BELGIA  2 VS  1 USA
PEREMPAT FINAL
04/07/2014 23:00 WIB RIO DE JANEIRO 05/07/2014 23:00 WIB BRASILIA
 PRANCIS  0 VS  1  JERMAN  ARGENTINA  1 VS 0  BELGIA
05/07/2014 03:00 WIB FORTALEZA 06/07/2014 03:00 WIB SALVADOR
 BRAZIL  2 VS  1  COLOMBIA  BELANDA 4 VS  3  KOSTARIKA
SEMI FINAL
09/07/2014 03:00 WIB BELO HORIZONTE 10/07/2014 03:00 WIB SAO PAULO
 BRAZIL  1 VS  7  JERMAN  BELANDA 2 VS 4  ARGENTINA
FINAL
JUARA 3 JUARA 1 & JUARA 2
13/07/2014 03:00 WIB BRASILIA 14/07/2014 03:00 WIB RIO DE JANEIRO
 BELANDA 0 VS  3  BRAZIL  JERMAN  1 VS 0 ARGENTINA
JUARA PIALA DUNIA 2014
 JERMAN
Iklan

Letnan Jenderal (purn) TNI Sintong Hamonangan Panjaitan

Saya sangat senang membaca dan mencari tahu mengenai Biografi-biografi serta perjalanan hidup Tokoh-tokoh hebat baik dari luar maupun dalam negeri yang kita cintai ini. Salah seorang Tokoh dalam Negeri yang menurut saya merupakan orang yang prestasinya sangat membanggakan dalam bidang karirnya untuk mempertahankan keamanan, persatuan dan kesatuan Republik Indonesia, Negara yang sangat kita cintai ini serta saya akan sangat menyesal apabila saya tidak menginformasikan artikel tentang biografi tokoh yang satu ini kepada teman, sahabat dan para pengunjung sekalian karena banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil khususnya dari buku yang ditulis oleh seorang wartawan perang Hendro Subroto dengan judul “Sintong Panjaitan” Perjalanan seorang Prajurit para Komando yang diterbitkan oleh Kompas .

Sumber dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Letjend(purn)sintong panjaitan

Letnan Jenderal (Purn) TNI Sintong Hamonangan Panjaitan atau biasa dirujuk Sintong Panjaitan (lahir di Sumatera Utara4 September 1940; adalah seorang purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer Nasional (kini Akademi Militer) tahun 1963. Penasihat Militer Presiden BJ Habibie, Sesdalopbang (Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan), Pangdam IX/Udayana, Danjen Kopassus. Ia menerima 20 perintah operasi/penugasan di dalam dan luar negeri selama karier militernya. Pencopotan jabatannya sebagai pangdam akibat Insiden Dili di pemakaman Santa Cruz, 11 November 1991 banyak dianggap sebagai awal dari kemunduran kariernya di bidang militer sebelum ia menjadi Purnawirawan dengan pangkat Letnan Jendral.

Masa Kecil

Sintong dilahirkan di Tarutung, sebagai anak ketujuh dari 11 bersaudara. Saudara-saudaranya bernama: Johan Christian, Nelly, Humalatua, Hiras, Erne, Wilem, Tiurma, Dame, Anton dan Emmy. Ayahnya, Simon Luther Panjaitan (sebelumnya bernama Mangiang Panjaitan) adalah seorang Mantri di Centrale Burgelijke Ziekenhuis (RSU) Semarang. Ibunya, Elina Siahaan adalah puteri dari seorang raja di Aek Nauli, Raja Ompu Joseph Siahaan.  Keduanya menikah di Semarang, pada tahun 1925. Minat Sintong pada bidang militer muncul saat berumur tujuh tahun rumahnya terkena bom P-51 MustangAngkatan Udara Kerajaan Belanda. Sintong mulai memanggul senjata di bangku Sekolah Menengah Atas (1958) saat ia mengikuti latihan kemiliteran 3 bulan yang dilaksanakan gerakan PRRI di bawah pimpinan Kolonel M. Simbolon.

Karier Militer

Sintong mulai mencoba memasuki dunia militer saat mencoba melamar masuk Akademi Angkatan Udara pada tahun 1959. Saat menunggu hasil lamarannya tadi, Sintong juga mengikuti ujian masuk Akademi Militer Nasional pada tahun 1960, dan lulus sebagai bagian dari 117 taruna AMN angkatan V. Sintong lulus dari AMN pada tahun 1963 dengan pangkat Letnan Dua. Selanjutnya ia mengikuti sekolah dasar cabang Infantri di Bandung dan lulus pada tanggal 27 Juni 1964 dan ditempatkan sebagai perwira pertama Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), pasukan elit TNI Angkatan Darat (kini bernama Komando Pasukan Khusus – Kopassus).

Pada periode Agustus 1964 – Februari 1965 Sintong menerima perintah operasi tempur peramanya di dalam Operasi Kilat penumpasan gerombolan DI/TII pimpinan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Sejak Februari 1965, Sintong mengikuti pendidikan dasar komando di Pusat Pendidikan Para Komando AD di Batujajar. Ia memperoleh atribut Komando di Pantai Permisan, 1 Agustus 1965, dan kembali ke Batujajar untuk pendidikan dasar Para dan mengalami 3 kali terjun. Setelah itu ia menerima perintah untuk diterjunkan di KuchingSerawakMalaysia Timur sebagai bagian dari Kompi Sukarelawan Pembebasan Kalimantan Utara dalam rangka Konfrontasi Malaysia.

Terjadinya Gerakan 30 September (G30S) membatalkan rencana penerjunan di atas. Sintong sebagai bagian dari Kompi yang berada di bawah pimpinan Lettu Feisal Tanjung kemudian berperan aktif dalam menggagalkan G30S. Sintong memimpin Peleton 1 untuk merebut stasiun / kantor pusat Radio Republik Indonesia (RRI), yang memungkinkan Kapuspen-AD, Brigjen TNI Ibnu Subroto menyiarkan amanat Mayjen TNI Soeharto. Sintong juga turut serta dalam mengamankan Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, dan memimpin anak buahnya dalam penemuan sumur tua di Lubang Buaya. Setelah itu Sintong menerima tugas operasi pemulihan keamanan dan ketertiban di Jawa Tengah, untuk memimpin Peleton 1 di bawah kompi Tanjung beroperasi memberantas pendukung G30S di SemarangDemakBloraKudusCepuSalatiga,BoyolaliYogyakarta hingga lereng timur Gunung Merapi.

Pada tahun 1969 Kapten Feisal Tanjung mengikutsertakan Sintong dalam upaya membujuk kepala-kepala suku di Irian Barat untuk memilih bergabung bersama Indonesia dalam Penentuan Pendapat Rakyat. Berbagai prestasi Sintong di kesatuan khusus TNI-AD ini mengantarkannya ke kursi Komandan Kopassandha di periode 1985-1987, menggantikan Brigjen. Wismoyo Arismunandar.

Sintong Panjaitan adalah pemimpin Grup-1 Para Komando yang terjun dalam operasi pembebasan kontra terorisme dalam peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla tanggal 31 Maret 1981. Operasi ini dijalankan saat pangkatnya adalahLetnan Kolonel. Walaupun terdapat dua korban jiwa (satu Pilot dan satu anggota Para Komando), operasi tersebut dinilai sukses oleh pemerintah Indonesia karena selamatnya seluruh awak dan penumpang pesawat yang lain, sehingga ia beserta tim-nya dianugerahi Bintang Sakti dan dinaikkan pangkatnya satu tingkat.

Keterlibatannya dalam operasi militer di daerah Timor Timur kemudian menjadi salah satu penyebab diangkatnya Sintong menjadi Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana yang mencakup Provinsi Timor Timur. Sintong kemudian dicopot dari jabatannya sebagai pangdam akibat Insiden Dili yang terjadi di pemakaman Santa Cruz11 November 1991, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan skandal internasional. Beberapa pihak menyatakan bahwa peristiwa ini turut mengakhiri karier militer Sintong. Akibat keterlibatannya dalam insiden tersebut ia dituntut pada 1992 oleh keluarga seorang korban jiwa dan divonis, pada 1994, untuk membayar ganti rugi sebanyak total 14 juta dollars AS.

Purnawirawan

Menristek Prof. Dr. IngBacharuddin Jusuf Habibie menunjuk Sintong sebagai penasihat bidang militer di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tahun 1994. Sejak saat itu Sintong menjadi penasihat kepercayaan Habibie hingga Habibie menjadi Presiden Indonesia pada tahun 1998 dimana Sintong duduk sebagai penasihat Presiden di bidang Militer. Sebuah sumber menyatakan bahwa Habibie berdiskusi secara mendalam dengan Sintong, Jendral Wiranto(Panglima ABRI dan Menhankam) dan Yunus Yosfiah (Menteri Penerangan) sebelum mengijinkan referendum Timor Timur bagi rakyat Timor Timur untuk menentukan apakah Timor Timur akan tetap bergabung dalam Republik Indonesia atau menjadi negara sendiri.

Buku

Pada Maret 2009, wartawan perang Hendro Subroto menerbitkan sebuah buku tentang Sintong yang berjudul “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando“. Buku tersebut menuai kontroversi karena menuduh Prabowo Subianto yang pada Maret 1983 berpangkat kapten hendak melakukan upaya kudeta dengan menculik beberapa perwira tinggi ABRI. Buku yang diterbitkan menjelang Pemilu Legislatif 2009 itu memberikan kredit kepada Luhut Panjaitan yang waktu itu berpangkat mayor yang disebutkan menggagalkan upaya yang mengarah kepada kudeta tersebut.

—————————————————————————–

SINOPSIS BUKU – Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando sumber : http://www.bukuita.com
Dari operasi memburu Kahar Muzakkar di Sulawesi; penumpasan G30S/PKI di RRI Jakarta, Lubang Buaya, dan Jawa Tengah; operasi tempur di Irian dan Kalimantan; hingga operasi antiteror pembajakan pesawat Garuda di Thailand, Sintong Panjaitan selalu terlibat. Simak catatannya sebagai Panglima Kodam IX/Udayana saat Peristiwa Dili 1991, upaya membangun sistem senjata dan perlengkapan ABRI, hingga peralihan kekuasaan dari Soeharto ke BJ Habibie. *** Pengalaman dan pandangan Sintong Panjaitan sekitar Mei 1998 akan memperkaya khazanah riset tentang perubahan politik nasional, yang menentukan arah sejarah bangsa dan tertib regional ASEAN. – Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan) Sebuah pustaka yang mampu menjawab teka-teki secara terang dan jelas tentang misteri yang terjadi di kalangan TNI, sehingga berguna untuk pembelajaran kita. – Atmadji Sumarkidjo (Wartawan Senior) Sangat sedikit purnawirawan TNI menulis memoar mereka sebagai prajurit tempur. Buku ini penuh dengan kisah di berbagai palagan tempur, sangat asyik dibaca dan perlu diketahui oleh generasi muda, khususnya TNI. – Iswahyudi Karim SH, LLM (Pengamat Militer) Memuat hal-hal yang selama ini sangat samar-samar diketahui publik: segitiga antara BJ Habibie–Wiranto­–Prabowo, kasus penculikan aktivis prodemokrasi, Peristiwa Mei 1998, dan seputar lengsernya Soeharto. – Mayjen TNI (Purn) Samsudin (Komandan Pussenif 1985-1987)

Mohon maaf sekiranya ada kesalahan dalam artikel ini dengan besar hati saya sangat mengharapkan adanya masukan dan koreksi dari para pembaca serta pengunjung sekalian, Sehingga artikel dapat berguna dan bermanfaat untuk kitasemua………Terima kasih.